Awal aku bertemu aku orang yang sangat berantakan yang gatau arah hidup mau kemana, lalu kamu hadir membenahi semuanya pelan pelan. Orang yang pertama kali aku dengar pendapatnya tanpa bantahan, sampai aku tau sedikit ceritamu yang gak sepenuhnya jujur. Yang aku tau kamu orang yang gak punya siapa siapa dihidupmu sejak saat itu aku putuskan aku akan selalu ada, nyatanya kamu ga semenyedihkan yang aku kira. Kamu punya kehidupan dan kamu punya keluarga, dan sejak saat itu aku memandangmu dengan sudut yang berbeda. Apa aku hanya menutupi sedikit kekosangan yang ada dihidupmu dan jelas aku juga bukan pilihanmu. Aku bisa tau karena ucapanmu pada orang orang terdekatku, kita mungkin hanya dipertemukan untuk saling memperbaiki dan aku tetap senang memberikan rasa yang utuh rasa yang sebelumnya gapernah aku kasih pada siapapun. Dan sekarang aku juga tau ada beberapa teman yang seperti nya memang bisa berteman baik denganmu itu jadi alasan aku jauh lebih lega. Karena kamu bener bener gak sendiri, walau aku yang harus berantakan itu gapapa asal kamu tetap ada dan aku akan tetap berjalan sampai aku temukan jalan yang memang buat aku bukan yang setengah bukan yang maksa aku buat selalu bertahan tanpa berfikir. Aku bertahan dibalik kata "Gapapa" walau hatiku sering bilang ini semua "apa apaan" part yang paling jujur dalam diri aku itu "mencintaimu" jika bertanya apa aku bahagia? Semua hatiku rasanya seperti luka didalam tidak terlihat tapi perlahan selalu menghancurkan. Dan ini bukan salah siapapun yang layak untuk disalahkan itu diri aku sendiri karena aku selalu menerima tanpa pernah melihat sisi rapuh pada aku sendiri, aku haus kasih sayang. Walau yang diberi bukan kejujuran aku selalu menggangap semua itu benar hanya untuk punya sedikit alasan rasa ingin hidup. Aku sudah lama sekali berantakan dan saat aku hancur aku hanya butuh membereskan serpihan nya bukan menghari segalanya.
3/related/default
